Garis Merah Di Penghujung
Mata

Berapa jumlah lampu yang terang tampak?
Aku masih ingat curahan cahaya ketika kau menjawab antusias
Terang … aku mengingatkan diri
Jika kebenaran merupakan ketepatan yang niscaya
Dan bukan pemaparan yang hanya melelahkan telinga
Namun juga hati yang tak sanggup hidup di tubuh ini
Namun juga hati yang tak sanggup hidup di tubuh ini
Akupun bertemu lampu-lampu yang berhiaskan darah
Aku pula melihat ranjang yang kotor, penuh peluh dan aliran darah
Semua merah. Aku benci merah
Di mana aku setengah hati berlarian mematuhi arah
Menyusuri koridor horror
Pada ranjang kehidupan, nyawa berpindah antar dunia
Merah. aku benci merah
Tangis bergema ke penjuru bangunan tua
Kelemahanku tak sanggup mengikat mereka untuk tetap di sana
Merah. Pintakan pada Tuhan agar menghapus warna itu
Air mataku mengalir deras diiringi suara yang menggema menuju kesunyian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar